Inan56’s Weblog

September 16, 2008

Pemimpin Yang Melayani

Filed under: Uncategorized — by inan56 @ 10:20 am

PEMIMPIN YANG “MELAYANI”

 

Semakin banyak saya membaca literature atau konsep mengenai kepemimpinan, semakin saya merasa tidak mungkin menjadi seorang pemimpin yang baik. Bayangkan, menurut berbagai ahli kepemimpinan, seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang kharismatik, inspirational, transformational, innovative, motivational, memiliki kesadaran global, dan masih banyak lagi istilah-istilah canggih yang semakin menunjukkan betapa predikat “pemimpin” menjdai sangat eksklusif. Jika untuk menjadi pemimpin harus memiliki kualifikasi secanggih itu, lalu berapa bnanyak orang yang mampu menjadi pemimpin di masa mendatang?

 

Saya teringat pengalaman pada saat menyelesaikan program pascasarjana. Saat itu, saya melakukan penelitian guna mencari jawaban atas pertanyaan apakah saya dapat memprediksi gaya kepemimpinan seseorang berdasarkan personal value-nya? Suatu pertanyaan yang sederhana, namun memiliki jawaban yang membuat saya sering sakit kepala karena saya harus membaca dan memahami berbagai gaya kepemimpinan dari berbagai literature yang semuanya berakhir pada satu kesimpulan: konsep kepemimpinan pada umumnya rumit, sulit dipahami maupun diterapkan. Saya rasa bukan hanya saya seorang yang merasa demikian. Buktinya? Salah seorang rekan disebuah perusahaan besar sedang mencari lulusan terbaik dari universitas-universitas di Indonesia untuk dididik menjadi manajer atau pemimpin masa depan. Ketika saya Tanya, “Kriteria manajer masa depan itu seperti apa?”, ternyata ia sendiri juga bingung. Ia mencoba mengungkapkan istilah-istilah canggih seperti disebutkan sebelumnya, tanpa mampu memberikan contoh tingkah laku konkret dari manajer masa depan khayalannya.

Saya jadi bertanya-tanya, adakah konsep kepemimpinan yang sederhana, tidak sulit untuk diterapkan, namun memiliki dampak yang langsung terlihat terhadap kinerja anak buah maupun tim kerja? Menurut saya, seorang pemimpin atau manajer yang baik adalah pemimpin yang bersedia “melayani”, artinya bersedia bekerja bagi tim dan sekaligus memimpin tim tersebut. Tentu saja kita tetap harus mempertimbangkan aspek keseimbangan dalam pelayanan. Artinya, pelayanan dari manajer tidak boleh berlebihan sehingga tugas manajer tampak lebih mirip dengan tugas office boy. Bagaimanapun, peran manajer sebagai pemimpin tim tetap harus menonjol.

 

Lalu, agar seorang manajer dapat menjadi pemimpin yang “melayani”, karakter seperti apa yang perlu ia miliki? Hal yang paling utama, tentunya manajer tersebut harus menyukai manusia sehingga ia mampu memahami hubungan antar-manusia dengan lebih baik. Dengan demikian, ia akan melihat konsep ini sebagai manifestasi dari rasa cintanya terhadap hubungan antar-manusia, bukan lagi sebagai tuntutan peran semata. Dengan bahasa sederhana, ia mampu melayani anak buah karena ia memang mau dan senang melakukannya.

Bentuk pelayanan yang dapat diberikan oleh seorang manajer kepada anak buahnya dapat bervariasi, dari mulai aktivitas sehari-hari hingga keputusan manajemen yang lebih kompleks. Misalnya, ia akan berusaha meluangkan waktu saat anak buahnya sedang membutuhkan saran dan masukan. Atau, setiap kali seorang manajer memberikan tugas kepada anak buahnya, ia tidak lupa menanyakan kegiatan anak buah saat akhir pekan karena ia tidak hanya tertarik dengan masalah pekerjaan tetapi juga kehidupan social anak buah (yang sering diartikan oleh sebagian orang sebagai basa-basi yang tidak perlu). Contoh lain, misalnya ketika anak buah tidak berhasil menyelesaikan tugas sesuai harapan Anda sebagai manajer, maka Anda berusaha membesarkan hatinya dan menunjukkan cara yang lebih efektif untuk menyelesaikan tugas serupa di masa mendatang.

Selain itu, ada pula bentuk pelayanan dari seorang manajer terhadap anak buahnya dalam bentuk yang lebih luas dan menyangkut kebijaksanaan perusahaan secara keseluruhan. Misalnya, yang diusulkan oleh Tony Barnes berdasarkan teori Kaizen mengenai kepemimpinan (1998: hal 85). Ia menyatkan bahwa pada dasarnya seorang manajer dapat memberikan bantuan dalam 5 bentuk sebagai berikut:

Kalau seorang karyawan tidak tahu apa yang harus dikerjakan….beri ia penjelasan.

Kalau seorang karyawan tidak tahu bagaimana cara mengerjakannya….beri ia pelatihan.

Kalau seorang karyawan tidak inging mengerjakannya…..beri ia motivasi.

Kalau seorang karyawan tahu apa yang harus dikerjakan, berkompetensi dan memiliki motivasi untuk mengerjakannya…..beri ia kesempatan.

Kalau seorang karyawan sudah mengerjakannya dan memnuhi standar (bahkan melebihi)…beri ia penghargaan.

 

Sudahkan Anda menjadi pemimpin yang mampu “melayani” anak buah?

 

 

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: